Ambon, Makes me feel reborn!

•November 25, 2008 • & Komentar

Masih lekat di ingatan beberapa minggu yang lalu, tepatnya sekitar tanggal 03.11.08. It was Monday! hari pertama liburan setelah hampir empat bulan beraktifitas di remote area pedalaman Papua. Rencananya liburan kemarin akan dihabiskan di beberapa tempat (Jakarta-Tulung Agung-Ambon adalah bagian awal dari rencana). Setibanya di Sorong rupa2nya Allah berkehendak lain, Saya tidak kebagian tiket untuk penerbangan Jakarta !
Setelah ditimbang2 kuputuskan untuk beralih penerbangan ke Ambon, tidak ada salahnya dengan keputusan ini karena daripada menunggu di kota Sorong yang notabenenya tidak fimiliar bagi saya (meskipun di Sorong banyak tempat wisata yang keren, terutama wisata pantai dan lautnya!) saya bisa bertemu dengan kedua orang tua tercinta di Bula nun jauh disana, saudara, teman-teman di Ambon.
Pagi itu saya tiba di Ambon sekitar jam 07.30 WIT, semula yang ada dipikiranku Ambon pasti masih seperti beberapa tahun yang lalu saat kutinggalkan karena konflik horizontal yang terjadi. Akibatnya kehidupan terasa menjadi sempit, tidak bisa kemana-mana dengan bebas, selalu timbul perasaan was-was saat berada di tempat umum. Paling-paling bagi saya hanya bisa berputar-putar di sekitar daerah Batu Merah-Waihaong, daerah yang lain?? Think Twice Needed !
Seteleh coba menghubungi beberap teman yang masih tinggal di Ambon, jawaban mereka umumnya ” Ale seng usah khawatir, Ambon skarang su aman!”. Tapi dari jawab itu belum lantas membuat perasaan jadi tenang!
Setelah survei sehari keliling, hari keduanya saya coba memberanikan diri memacu motor keliling kota Ambon menjambangi kawan-kawan lama ( anak-anak alumni SMU Neg.3 Ambon, guys! I miss u !). Huh! rasanya lega bangat, seandainya ada kata yang bisa mewakili untuk mengekspresikan perasaan saya saat itu adalah ” LUAR BIASA, Thanks Allah”. Seketika perasaan yang tadinya gelisah dan khawatir hilang tenggelam dibawa arus Tanjung Alang.
Bahkan saking senang dan gembiranya melihat wajah ambon saat itu, saya putuskan untuk menghabiskan waktu libur kontan 14 hari di daerah Ambon dan Bula meskipun dengan merubah keputusan itu saya tidak memenuhi janji pada BIG Boss di Jakarta, padahal sebelum cuti beliau meminta saya ke kantornya sebelum kembali ke Papua. ( With all my respect, My Apologizes for that, Boss!)

Ah! Rasanya 14 hari begitu pendek untuk mengulang masa-masa indah di Ambon. Next vacation, pasti aku kembali ke Ambon, with a new spirit!

Ambon yang rusuh dan tidak aman??, tidak lagi Bung!!!! Belived me.

Tangguh. November 27, 2008

Jadi Genap, Jangan Ganjil

•Desember 17, 2008 • Tinggalkan sebuah Komentar

3dmark_02

“Jadilah orang yang genap agar orang akan merasa ganjil jika engkau tidak ada”

Barisan kata itu memang sederhana dengan makna yang ringan. Buatku, pada awalnya slogan itu terasa standard sekali, bagaimana tidak saya berkesimpulan seperti itu ?! tentunya saya punya beberapa alasan untuk berkata seperti itu :

Pertama, secara harfiah kalimat itu terdiri dari setumpuk kata-kata yang “biasanya” dipakai di bangku kelas III atau IV SD di Indonesia. Tengoklah pelajaran matematika SD, niscya pasti kita akan sering/selalu/pasti/itulagi2 menemukan kata GANJIL dan GENAP. Benarkan ? dengan catatan saya tidak benar2 menyuruh anda untuk membuka secara fisik buku-buku tadi, kecuali otak anda memang benar2 sedang berada di bangku SD saat ini. Barisan bilangan GANJIL dan GENAP!!! sungguh mengulang memori saat masa SD.

Kedua, kenapa slogan itu terasa “standard” sekali, lagi-lagi menurut saya (karena ini blog saya tentunya) semua orang di bawah kolong langit ini pasti mau menjadi yang terbaik atau genap dalam “versinya”. Iya kan? Maling saja kalu ditanya pasti jawabannya “Ya!” apalagi Koruptor!. Insting untuk jadi yang terbaik atau genap itu susuatu yang pasti muncul diotak setiap orang saat beranjak dewasa, ya! sama halnya dengan insting untuk bereproduksi pada anak adam. Saya tidak mencoba membuat anda berpikir “Ngeres” lho, saya sedang berbicara tentang hal-hal yang bersifat FITRAH!

Seiring bergulirnya waktu dimana banyak pengalaman hidup yang terjadi dan saat ini menjadi guru bagiku, akhirnya sedikit demi sedikit mulai terkuak makna implisit dari sederetan kata-kata itu. Ibaratnya, rahasia itu mulai terkuak.

Akhirnya saya berkesimpulan bahwa slogan diatas tetap merupakan deretan kata-kata yang standard tetapi bermakna dalam!!!! Sudahkah anda GENAP???.

Tangguh, 26 November 2008

… dan Luka itu berdarah lagi !

•Desember 17, 2008 • Tinggalkan sebuah Komentar

Belum lagi mengering luka akibat konflik tahun 1999, luka itu kini berdarah lagi