- Ambon, Makes me feel reborn!
Masih lekat di ingatan beberapa minggu yang lalu, tepatnya sekitar tanggal 03.11.08. It was Monday! hari pertama liburan setelah hampir empat bulan beraktifitas di remote area pedalaman Papua. Rencananya liburan kemarin akan dihabiskan di beberapa tempat (Jakarta-Tulung Agung-Ambon adalah bagian awal dari rencana). Setibanya di Sorong rupa2nya Allah berkehendak lain, Saya tidak kebagian tiket untuk penerbangan Jakarta !
Setelah ditimbang2 kuputuskan untuk beralih penerbangan ke Ambon, tidak ada salahnya dengan keputusan ini karena daripada menunggu di kota Sorong yang notabenenya tidak fimiliar bagi saya (meskipun di Sorong banyak tempat wisata yang keren, terutama wisata pantai dan lautnya!) saya bisa bertemu dengan kedua orang tua tercinta di Bula nun jauh disana, saudara, teman-teman di Ambon.
Pagi itu saya tiba di Ambon sekitar jam 07.30 WIT, semula yang ada dipikiranku Ambon pasti masih seperti beberapa tahun yang lalu saat kutinggalkan karena konflik horizontal yang terjadi. Akibatnya kehidupan terasa menjadi sempit, tidak bisa kemana-mana dengan bebas, selalu timbul perasaan was-was saat berada di tempat umum. Paling-paling bagi saya hanya bisa berputar-putar di sekitar daerah Batu Merah-Waihaong, daerah yang lain?? Think Twice Needed !
Seteleh coba menghubungi beberap teman yang masih tinggal di Ambon, jawaban mereka umumnya ” Ale seng usah khawatir, Ambon skarang su aman!”. Tapi dari jawab itu belum lantas membuat perasaan jadi tenang!
Setelah survei sehari keliling, hari keduanya saya coba memberanikan diri memacu motor keliling kota Ambon menjambangi kawan-kawan lama ( anak-anak alumni SMU Neg.3 Ambon, guys! I miss u !). Huh! rasanya lega bangat, seandainya ada kata yang bisa mewakili untuk mengekspresikan perasaan saya saat itu adalah ” LUAR BIASA, Thanks Allah”. Seketika perasaan yang tadinya gelisah dan khawatir hilang tenggelam dibawa arus Tanjung Alang.
Bahkan saking senang dan gembiranya melihat wajah ambon saat itu, saya putuskan untuk menghabiskan waktu libur kontan 14 hari di daerah Ambon dan Bula meskipun dengan merubah keputusan itu saya tidak memenuhi janji pada BIG Boss di Jakarta, padahal sebelum cuti beliau meminta saya ke kantornya sebelum kembali ke Papua. ( With all my respect, My Apologizes for that, Boss!)
Ah! Rasanya 14 hari begitu pendek untuk mengulang masa-masa indah di Ambon. Next vacation, pasti aku kembali ke Ambon, with a new spirit!
Ambon yang rusuh dan tidak aman??, tidak lagi Bung!!!! Belived me.
Tangguh. November 27, 2008



